Minggu, 18 Oktober 2015

PROSEDUR PEMASANGAN INFUS PADA PASIEN

HAL-HAL YANG PERLU DIKETAHUI SEBELUM PEMASANGAN INFUS:
A. TUJUAN PEMBELAJARAN :
•         Memahami anatomi vena yang terkait dg pemasangan infus
•         Memahami pemberian cairan yang baik dan benar
•         Memahami alat-alat pemasangan infus
•         Memahami tehnik pemasangan infus
B. TUJUAN TERAPI INTRA VENA :
•         Mengganti dan mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh
•         Sebagai akses pemberian obat, kemoterapi dan tranfusi darah serta produk darah
•         Memberikan parenteral nutriens
•         Pra dan pasca bedah sesuai program.
C. RESIKO PEMASANGAN INFUS :
•         Perdarahan
•         Infiltrasi (dimana cairan infus masuk kedalam jaringan disekitar pembuluh darah)
       
•         Infeksi
•         Overdose (karena respon obat i.v. lebih cepat)
•         Inkompabilitas antara obat dengan cairan infus ketika dicampur
D. PEDOMAN PEMILIHAN VENA :
1.    Gunakan vena distal terlebih dahulu
2.    Gunakan lengan pasien yang tidak dominan jika mungkin
3.    Pilih vena diatas area fleksi
4.    Pilih vena yang cukup besar untuk memungkinkan aliran darah yang adekuat kedalam kateter
5.    Palpasi vena untuk menentukan kondisinya. Selalu pilih vena yang lunak, penuh.
6.    Pastikan lokasi yang dipilih tidak mengganggu aktifitas pasien
7.     Pilih lokasi yang tidak mempengaruhi pembedahan atau prosedur yang
direncanakan.
E. PERBEDAAN VENA & ARTERI :
 
 
F. HINDARI TIPE-TIPE VENA :
1.      Vena yang telah digunakan sebelumnya
2.      Vena yang telah mengalami infiltrasi atau flebitis
3.      Vena yang keras dan sklerotik
4.      Vena kaki, karena sirkulasi lambat dan komplikasi sering terjadi
5.      Ekstremitas yang lumpuh setelah serangan stroke
6.      Vena yang dekat area terinfeksi
7.      Vena yang digunakan untuk pengambilan sampel darah laboratorium
 
G. ANATOMI TEMPAT PEMASANAGAN INFUS :
    
LANGKAH PERSIAPAN PEMASANGAN INFUS
 
 
PERSIAPAN
 
  1.  Petugas kesehatan
•       Cuci tangan : untuk mencegah infeksi nosokomial berikut contoh cuci tangan yang benar:
                                   
•       Memakai APD (Alat Pelindung Diri)
–         Sarung tangan
–         Masker
–         Kacamata google (untuk pasien khusus) untuk melindungi mata petugas
             
  1.  Pasien
 Masalah pada pasien :
–         Takut, cemas
–         Tegang -langkah
 Langkah yang dapat mendorong pasien untuk bekerjasama :
a.   Tunjukan sikap percaya diri
b.   Beri salam pada pasien dengan menyebut namanya
c.    Perkenalkan diri anda
d.   Validasi identifikasi pasien tersebut
e.   Jelaskan prosedur dengan cara yang mudah dimengerti oleh pasien/keluarga
f.      Libatkan orangtua (terutama pada anak dan bayi)
  1.  Alat dan lingkungan
a.  Alat-alat untuk pemasangan infus secara umum yaitu :
– Cairan infus
                                Hal-hal yg wajib diketahui Petugas:
– Infus set (Makro/Mikro)
– Kateter infus (sediakan 3 ukuran)
 Hal-hal yg wajib diketahui Petugas:
– Alkohol swab
– Balutan infus, plester
– Alas
– Tali pembendung (Torniquet)
– Tiang infus
– Bengkok/tempat sampah
– Troley
– Spalk (bila perlu)
              b. Lingkungan
– Nyaman
– Pasang skerm (untuk privasi pasien)
– Ruang tindakan (untuk pasien tertentu, misalnya anak-anak)
 
PROSEDUR PEMASANGAN INFUS
 
1.    Beritahu pasien
2.    Siapkan alat
3.    Petugas cuci tangan, pakai APD
4.    Pasang skerm/gorden
5.    Pasang alas
6.    Pasang infus set ke botol infus sbb:
       
               
                
               
               
               
               
     7. Pilih vena yang baik
         8. Pasang torniquet 4-6 inci diatas tempat penusukan
             gmbinfus17_1.JPG
         9. Desinfeksi kulit tempat penusukan dengan gerakan melingkar
             dari pusat keluar dengan alkohol swab
            
       10.Pegang tangan/pergelangan tangan pasien dengan tangan kiri
             sambil Fiksasi vena, letakkan ibu jari anda diatas vena untuk
             mencegah pergerakan dan untuk meregangkan kulit melawan
             arah penusukan .
       11.Tusuk vena dengan bevel jarum menghadap keatas (dengan
             sudut 30-40 derajat), tusukan searah aliran vena ½ kateter
             (terlihat darah akan mengisi tabung kateter vena).
            
      12. Tangan kanan menahan/memegang jarum infus, tangan kiri
            mendorong kateter sampai kateter masuk semua.
           
     13. Cabut jarum infus dan hubungkan kateter dengan infus set
           yang sudah dipersiapkan.
     14. Lepaskan torniquet
     15. Alirkan cairan infus, cek lancar/tidak, adakah tanda-tanda
           bengkak
     16. Fiksasi, atur tetesan sesuai instruksi dan atur tinggi botol infus
           ± 85 cm dari jantung pasien.
          
     17. Beri label, rapihkan alat,
              
                                                             
     Dokumentasi dan Evaluasi
 
•         Tanggal dan waktu penggantian selang infus, tuliskan semua selang tambahan
•         Tanggal, waktu dan isi cairan infus
•         Kecepatan aliran infus, termasuk perubahan kecepatan berikutnya
•         Peralatan elektronik yang digunakan untuk mengatur aliran
•         Pengkajian tempat penusukan infus secara teratur
•         Komplikasi dan tindakan yang dilakukan untuk mem-perbaiki masalah
•         Waktu saat terapi infus dihentikan dan apakah kateter utuh saat dilepas
•         Observasi kondisi kateter 2 kali tiap shift (untuk dewasa) dan setiap jam untuk anak-anak

PROSEDUR PEMASANGAN KATETER PADA PASIEN

1. Definisi
  •  Kateter adalah pipa untuk memasukkan atau mengeluarkan cairan
  • Kateter terutama terbuat dari bahan karet atau plastik, metal, woven silk dan silikon 
  • Kandung kemih adalah sebuah kantong yang berfungsi untuk menampung air seni yang berubah-ubah jumlahnya yang dialirkan oleh sepasang ureter dari sepasang ginjal 
  • Kateterisasi kandung kemih adalah dimasukkannya kateter melalui urethra ke dalam kandung kemih untuk mengeluarkan air seni atau urine.
2. Tujuan 
  • Untuk segera mengatasi distensi kandung kemih 
  • Untuk pengumpulan spesimen urine 
  • Untuk mengukur residu urine setelah miksi di dalam kandung kemih 
  • Untuk mengosongkan kandung kemih sebelum dan selama pembedahan
3. Prosedur
A. Alat 
  1. Tromol steril berisi 
  2. Gass steril 
  3. Deppers steril 
  4. Handscoen 
  5. Cucing 
  6. Neirbecken 
  7. Pinset anatomis 
  8. Doek 
  9. Kateter steril sesuai ukuran yang dibutuhkan 
  10. Tempat spesimen urine jika diperlukan 
  11. Urinebag 
  12. Perlak dan pengalasnya 
  13. Disposable spuit 
  14. Selimut
B. Obat 
  1.  Aquadest 
  2. Bethadine 
  3. Alkohol 70 %
C. Petugas 
  • Pengetahuan dasar tentang anatomi dan fisiologi dan sterilitas mutlak dibutuhkan dalam rangka tindakan preventif memutus rantai penyebaran infeksi nosokomial 
  • Cukup ketrampilan dan berpengalaman untuk melakukan tindakan dimaksud 
  • Usahakan jangan sampai menyinggung perrasaan penderita, melakukan tindakan harus sopan, perlahan-lahan dan berhati-hati 
  • Diharapkan penderita telah menerima penjelasan yang cukup tentang prosedur dan tujuan tindakan
D. Penderita
Penderita telah mengetahui dengan jelas segala sesuatu tentang tindakan yang akan dilakukan penderita atau keluarga diharuskan menandatangani informed consent

E. Penatalaksanaan
  1. Menyiapkan penderita : untuk penderita laki-laki dengan posisi terlentang sedang wanita dengan posisi dorsal recumbent atau posisi Sim 
  2. Aturlah cahaya lampu sehingga didapatkan visualisasi yang baik 
  3. Siapkan deppers dan cucing , tuangkan bethadine secukupnya 
  4. Kenakan handscoen dan pasang doek lubang pada genetalia penderita 
  5. Mengambil deppers dengan pinset dan mencelupkan pada larutan bethadine 
  6. Melakukan desinfeksi sebagai berikut : Pada penderita laki-laki : Penis dipegang dan diarahkan ke atas atau hampir tegak lurus dengan tubuh untuk meluruskan urethra yang panjang dan berkelok agar kateter mudah dimasukkan. desinfeksi dimulai dari meatus termasuk glans penis dan memutar sampai pangkal, diulang sekali lagi dan dilanjutkan dengan alkohol. Pada saat melaksanakan tangan kiri memegang penis sedang tangan kanan memegang pinset dan dipertahankan tetap steril.  Pada penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora, desinfeksi dimulai dari atas (clitoris), meatus lalu kearah bawah menuju rektum. Hal ini diulang 3 kali . deppers terakhir ditinggalkan diantara labia minora dekat clitoris untuk mempertahankan penampakan meatus urethra. 
  7. Lumuri kateter dengan jelly dari ujung merata sampai sepanjang 10 cm untuk penderita laki-laki dan 4 cm untuk penderita wanita. Khusus pada penderita laki-laki gunakan jelly dalam jumlah yang agak banyak agar kateter mudah masuk karena urethra berbelit-belit 
  8. Masukkan katether ke dalam meatus, bersamaan dengan itu penderita diminta untuk menarik nafas dalam. Untuk penderita laki-laki : Tangan kiri memegang penis dengan posisi tegak lurus tubuh penderita sambil membuka orificium urethra externa, tangan kanan memegang kateter dan memasukkannya secara pelan-pelan dan hati-hati bersamaan penderita menarik nafas dalam. Kaji kelancaran pemasukan kateter jika ada hambatan berhenti sejenak kemudian dicoba lagi. Jika masih ada tahanan kateterisasi dihentikan. Menaruh neirbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai urine keluar sedalam 5 – 7,5 cm dan selanjutnya dimasukkan lagi +/- 3 cm.


Untuk penderita wanita : Jari tangan kiri membuka labia minora sedang tangan kanan memasukkan kateter pelan-pelan dengan disertai penderita menarik nafas dalam . kaji kelancaran pemasukan kateter, jik ada hambatan kateterisasi dihentikan. Menaruh nierbecken di bawah pangkal kateter sebelum urine keluar. Masukkan kateter sampai urine keluar sedalam 18 – 23 cm dan selanjutnya dimasukkan lagi +/- 3 cm.


9. Mengambil spesimen urine kalau perlu
10.Mengembangkan balon kateter dengan aquadest steril sesuai volume yang tertera pada label spesifikasi kateter yang dipakai
11.Memfiksasi kateter :
Pada penderita laki-laki kateter difiksasi dengan plester pada abdomen
Pada penderita wanita kateter difiksasi dengan plester pada pangkal paha
12.Menempatkan urinebag ditempat tidur pada posisi yang lebih rendah dari kandung kemih
13.Melaporkan pelaksanaan dan hasil tertulis pada status penderita yang meliputi :
• Hari tanggal dan jam pemasangan kateter
• Tipe dan ukuran kateter yang digunakan
• Jumlah, warna, bau urine dan kelainan-kelainan lain yang ditemukan
• Nama terang dan tanda tangan pemasang


Sabtu, 17 Oktober 2015

10 JENIS TANAMAN OBAT DAN MANFAATNYA

Indonesia adalah negara agraris yang terkenal akan kekayaan rempah rempah dan berbagai jenis tanaman. Dari dulu hingga sekarang tanaman herbal ataupun tanaman obat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Tapi sayang sekali banyak warga Indonesia saat ini malah lebih memilih produk kesehatan luar negri dibanding negri sendiri. Padahal tak perlu jauh - jauh ke negri orang dengan biaya yang sangat mahal sekali, di negri kita jauh lebih kaya dan alami dalam segi pengobatan. Yuk kenali berbagai macam jenis tanaman obat diindonesia dan manfaatnya.

Tanaman Obat atau yang biasa kita sebut Tanaman herbal sangat banyak sekali jenisnya dan manfaatnya, dari mulai mampu mengobati penyakit kelas ringan bahkan penyakit sampai ke penyakit kelas berat. Selain itu Tanaman obat juga sudah banyak teruji ampuh dibandingkan dengan obat - obatan yang dicampur bahan kimia. Kalau begitu langsung saja ini dia beberapa tanaman obat yang bisa anda pakai sebagai Pengobatan Alternatif dirumah.


10 Tanaman Obat dan Khasiatnya

Tanaman Herbal

1. Seledri (Apium Graviolens)

Cara Mengobati Asam Urat Alami
Seledri



Mungkin tanaman yang satu ini tidak asing lagi bagi kita, selain enak dipakai sebagai penyedap rasa ternyata seledri juga berfungsi sebagai obat alami karena kaya akan kalsium, fosfor dll.
Contohnya seledri bisa dipakai sebagai Obat Asam Urat. Caranya Cukup rebus beberapa biji seledri untuk segelas air didihkan lalu minum setiap pagi.




2. Blustru (Luffa Aegyptica Mill)

Cara Mengobati Asma Alami dengan Blustru
Blustru

Blustru atau yang biasa disebut Ketela Manis ( Di Sunda disebut Lapang Oyom atau di Palembang disebut Hurung Jawa) merupakan tanaman obat keluarga yang telah diberikan secara turun temurun. Namun saat ini sudah jarang sekali yang menggunakan bahkan sebagian besar orang tidak tau bagaimana bentuk Tanaman Blustru itu. Blustru dapat digunakan sebagai Obat Asma, Caranya cuci telebih dahulu daun blustru muda simpan diatas nasi panas (bisa disimpan diatas ketika menanak nasi) lalu makanlah sebagai lalaban setiap hari.



3. Pasak Bumi atau Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia Jack)

Cara Mengobati Ejakulasi Dini
Tongkat Ali



Tanaman ini di Indonesia tumbuh didaerah Kalimantan. Tongkat ali dapat membantu memperbaiki kadar testosteron pada pria dan menambah gairah sexual pada pria. Selain itu juga mampu menjadi Obat Ejakulasi Dini. Banyak Toko herbal menjual pasak bumi ini biasanya sudah berupa teh, kopi, berbentuk kering dll.



4. Mengkudu (Morinda Citrifolia)

Cara Mengobati jantung Koroner Alami
Mengkudu
Mengkudu memiliki nama yang berbeda - beda di setiap daerah contohnya di Sunda disebut Cangkudu, di Aceh disebut Keumeude, dan di Jawa diseut kudu. Tanaman ini biasa ditanam di aceh pada setiap rumah warga (walau tidak semua) karena biasa dipakai sebagai bahan rujak ataupun menu buka puasa khas aceh. Tapi taukah anda bahwa Mengkudu bisa menjadi Obat Jantung Koroner dan membantu mencegah penyakit jantung koroner. Caranya sangat mudah cukup jus mengkudu lalu saring air sarinya tambahkan sedikit madu dan minum 2 kali sehari setelah makan.



5. Lidah Buaya (Aloe Vera)

Cara Mengobati Kanker Alami
Lidah Buaya



Lidah buaya sejak zaman dahulu telah dipercaya sebagai bahan perawatan kecantikan dan obat. Saat ini dijepang sedang mengembangkan penelitian lidah buaya sebagai Obat Kanker. Saat ini sangat banyak sekali cara untuk memakan lidah buaya seperti Cendol ala Pontianak.




6. Buah Makasar (Brucea Javanica)

Cara Mengobati Kanker Serviks Alami
Buah Makasar

Tanaman ini memiliki rasa yang sangat pahit dan beracun. Namun apabila dipergunakan dengan baik dan sesui dengan dosis yang rumbuhan ini mampu menjadi mengobati Penyakit Diabetes Melitus karena dapat menurunkan kadar gula darah dalam tubuh.
Selain itu Buah Makasar juga mampu menjadi Obat Kanker Serviks, Caranya bisa dengan menyeduhnya kedalam setengah cangkir  dan minum 2 - 3 kali sehari (Banyak Toko Herbal yang menjual Buah Makasar kering jadi anda tidak perlu susah susah menumbuk atau mengeringkannya sendiri).



7. Belimbing (Averrhoa Carambola)

Cara Menurunkan Darah Tinggi Alami
Belimbing



Belimbing manis banyak mengandung vitamin C, B, A, Protein, Kalsium dll. Belimbing.
Selain rasanya yang enak juga mampu mejadi Obat Kolestrol Tinggi dan Penurun Darah Tinggi. caranya cukup makan buah belimbing setiap hari sesudah makan.




8. Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza)

Cara Mencegah Kanker hati Alami
Temulawak


Temulawak merupakan tanaman obat indonesia yang memiliki kandungan Kurkumin yang berguna sebagai Anti Radang ataupun Anti Keracunan Empedu. Walaupun temulawak tidak mampu menjadi Obat Kanker Hati, namun temulawak mampu mencegahnya karena temulawak mampu mengobati Penyakit Hepatitis B yang berperan sebagai faktor utama Penyakit Kanker Hati.




9.  Daun Dewa (Gynura Divaricata)

Cara Mengobati Stroke Alami
Daun Dewa


Dari namanya aja udah kerenkan, Daun Dewa dipercaya mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan. Daun Dewa mengandung minyak atsiri, saponin dll. Daun Dewa bida digunakan sebagai Obat Penyakit Stroke ataupun Pencegah datangnya Penyakit Stroke. Mampu juga mengobati luka memar dan Penurun Darah Tinggi.




10.  Jarak (Ricinus Communis)


Cara Mengobati Hernia Alami
Jarak


Biasa disebut Kaliki di Jawa Barat Dulang di Sumatra dan Kalek Dimadura. Jarak memuliki manfaat pada karnya sebagai anti rematik dan mampu menenangkan. Pada bijinya terasa manis, pedas namun netral. Bijinya Banyak digunakan untuk Obat Kangker Rahim, Hernia, Rematik, TBC dsb. Namun ketika anda mengolah biji jarak menjadi herbal anda harus berhati - hati karena jika meminum obatnya berlebihan akan menimbulkan keracunan dengan ciri - ciri Sakit kepala, muntah berak, panas dll.



Sebenarnya tanaman obat sangat banyak sekali jenisnya. Dari berbagai daerah penjuru negri memiliki resep masing - masing dalam mengolah tanaman herbal. Ketika kita kembali ke obat alami segala jenis penyakit dapat di cegah dan diobati karena resikonya sangat kecil. Untuk itu perbanyaklah meminum minuman herbal seperti jamu dll agar tubuh lebih sehat.