KONSEP KEBUTUHAN DASAR MANUSIA MENURUT MASLOW
Kebutuhan dasar manusia merupakan
unsure-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan
keseimbangan fisiologis maupun psikologis, yang bertujuan untuk
mempertahankan kehidupan dan kesehatan. Kebutuhan maslow harus memenuhi
kebutuhan yang paling penting dahulu kemudian meningkatkan yang tidak
terlalu penting. Untuk dapat merasakan nikmat suatu tingkat kebutuhan
perlu dipuaskan dahulu kebutuhan yang berada pada tingkat di bawahnya.
Ciri kebutuhan dasar mansia:Manusia memiliki kebutuhan dasar yang
bersifat hekterogen. Setiap pada dasarnya memiliki kebutuhan yang
sama,akan tetapi karena budaya, maka kebutuhan tersebut ikud berbeda.
Dalam memenuhi kebutuhan manusia menyesuaikan diri dengan prioritas yang
ada.
Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut ( potter dan patricia, 1997 ) :
- Kebutuhan fisiologis/ dasar
- Kebutuhan akan rasa aman dan tentram
- Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi
- Kebutuhan untuk dihargai
- Kebutuhan untuk aktualisasi diri
A. KEBUTUHAN FISIOLOGI/ DASAR
Fisiologi adalah turunan biologi yang mempelajari bagaimana kehidupan berfungsi secara fisik dan kimiawi.
Fisiologi menggunakan berbagai metode
ilmiah untuk mempelajari biomolekul, sel, jaringan,organ, sistem organ,
dan organisme secara keseluruhan menjalankan fungsi fisik dan kimiawinya
untuk mendukung kehidupan.
Menurut Abraham Maslow kebutuhan
fisiologi sangat mendasar, paling kuat dan paling jelas dari antara
sekian kebutuhan adalah untuk mempertahankan hidupnya secara fisik.
Yaitu kebutuhan untuk makan, minum,tempat tinggal, sexs tidur dan
oksigen. Manusia akan menekan kebutuhannya sedemikian rupa agar
kebutuhan fisiologis (dasar)nya tercukupi. Sebagai contoh:
- pengeluaran zat sis, di mana seseorang harus mengeluarkan zat-zat sisa yang sedah tidak terpakaioleh tubuh. Karena jika tidak di kelurkan akan mengakibatkan penyakit/pembentukan penyakit.
- Oksigen (O2) merupakan salah satu kebutuhan vital untuk kehidupan kita. Dengan mengkonsumsi oksigen yang cukup akan membuat organ tubuh berfungsi dengan optimal. Jika tubuh menyerap oksigen dengan kandungan yang rendah dapat menyebabkan kemungkinan tubuh mengidap penyakit kronis. Sel-sel tubuhyang kekurangan oksigen juga dapat menyebabkan perasaan kurang nyaman, takut atau sakit. Menguap adalah salah satu sinyal tubuh kekurangan oksigen selain karena mengantuk.
B. KEBUTUHAN AKAN RASA AMAN
Kebutuhan akan rasa aman ini baiasanya terpuaskan pada
orang-orang yang sehat dan normal.Seseorang yang tidak aman akan
memiliki kebutuhan akan keteraturan dan setabilitas yang sanggat
berlebihan dan menghindari hal-hal yang bersifat asing dan yang tidak di
harapkannya.berbeda dengan orang yang merasa aman dia akan cenderung
santai tanpa ada kecemasan yang berlebih. Perlindungan dari udara
panas/dingin, cuaca jelek, kecelakaan,infeksi, alergi, terhindar dari
pencurian dan mendapatkan perlindungan hukum
Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dariteror, dan lain sebagainya.
Sebagai contoh :
- Seseorang membangun rumah untuk melindungi diri dari hujan panas memenuhi kepuasan untuk dirinya
- Saat indonesia di jajah kita melawan penjajah tersebut dan akhirnya merdeka karena saat terjajah kita tidak merasa amanan.
C. KEBUTUHAN SOSIAL
Kebutuhan akan rasa memiliki-dimiliki dan kasih sayang, kebutuhan akan rasa memiliki tempat di tengah kelomoknya.
Sebagai contoh :
- Dimana seseorang yang mempunyai tujuan dan kepentingan yang sama membuat suatu kelompok/berkumpul karena mereka ingin diperhatikan dalam tujuannya dan dapat memberikan perhatian atas klompok tersebut.
- Kebutuhan cinta seorang anak oleh ibunya, itu sanggat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak misal seorang anak tercukupi kebutuhan akan kasih sayang maka perkembangan anak akan optimal berupa fisik maupun psikologinya karena perhatian yang di berikan ibu kepada anaknya.
D. KEBUTUHAN AKAN PENGHARGAAN
E. KEBUTUHAN AKTUALISASI DIRI
Maslow menemukan bahwa setiap orang memiliki dua kategori kebutuhan akan penghargaan yakni:
1. HARGA DIRI adalah penilaian terhadap
hasil yang di capai dengan analisis, sejauh mana memenuhi ideal diri.
Jika individu selalu sukses maka cenderung harga dirinya akan tinggi dan
jika mengalami kegagalan harga diri menjadi rendah. Harga diri di
peroleh dari diri sendiri dan orang lain. Harga diri meliputi kebutuhan
akan kepercayaan diri, kompetensi, penguasaan, kecukupan, prestasi,
ketidak tergantungan dan kebebasan
Kebutuhan harga diri meliputi:
- Menghargai diri sendiri
- Menghargai orang lain
- Dihargai orang lain
- Kebebasan yang mandiri
- Preshies
- Di kenal dan di akui
- Penghargaan
2. PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN
meliputi prestis, pengakuan, penerimaan,perhatian,
kedudukan,nama baik serta penghargaan. Penghargaan dari orang lain
sanggat di perlukan dalam kehidupan karena dengan penghargaan itu
seseorang akan menjadi lebih kreatif, mandiri, percayaakan diri sendiri
dan juga lebih produktif.
Kebutuhan penghargaan dari orang lain meliputi :
- Kekuatan
- Pencapaian
- Rasa cukup
- Kompetisi
- Rasa percaya diri
- kemerdekaan
Sebagai conoh:
- Seorang pemahat di puji oleh pelanggannya maka iya akan lebih semangat dalam membuatmemproduksi karyanya dalam jumlah maupun model.
- Seorang guru yang mengajar, mengabdi bertahun-tahun dan mendapatkan pengangkatan pegawai negeri oleh pemerintah
Aktualisasi diri adalah kebutuhan
naluriah pada manusia untuk melakukan yang terbaik dari yang dia bisa.
tingkatan tertinggi dari perkembangan psikologis yang bisa dicapai bila
semua kebutuhan dasar sudah dipenuhi dan pengaktualisasian seluruh
potensi dirinya mulai dilakukan.
Pada saat manusia sudah memenuhi
seluruh kebutuhan pada semua tingkatan yang lebih rendah , melalui
aktualisasi diri di katakan bahwa mereka mencapai potensi yang paling
maksimal.
Manusia yang teraktualisasi dirinya:
- Mempunyai kepribadian multi dimensi yang matang.
- Sering mampu mengasumsi dan menyelesaikan tugas yang banyak.
- Mencapai pemenuhan kepuasan dari pekerjaan yang di kerjakan dengan baik.
- Tidak tergantung secara penuh pada opini orang lain.
Sebagai contoh:
- Saat kita mengetahui bahwa minggu depan akan ada ulangan maka kita akan belajar lebih agar mendapatkan kepuasan dalam ujian dan mendapatkan nilai baik
A. Konsep Utama Teori dan Model Keperawatan Virginia Henderson
Perkembangan definisi keperawatan yang dikembangkan oleh Virginia Henderson didasari oleh 2 (dua) hal, yaitu :
1. Sering ikut serta di dalam merevisi buku-buku keperawatan
2. Ditemukannya kasus tentang tidak
adanya izin yang memenuhi syarat untuk memberikan kenyamanan dalam
bentuk pelayanan / asuhan keperawatan yang berkompeten bagi konsumen di
beberapa negara.
Henderson meyakini bahwa seharusnya
sebuah teks yang menjadi sumber bagi praktek keperawatan juga
menggambarkan tentang definisi keperawatan. Selanjutnya prinsip-prinsip
dan praktek keperawata harus dibangun atas dasar kaidah-kaidah
keprofesian, serta berasal dari definisi profesi keperawatan itu
sendiri.
Henderson melakukan suatu proses untuk
mengatur praktek keperawatan melalui proses perizinan dari setiap
negara. Untuk menyempurnakan hal tersebut dia yakin bahwa keperawatan
secara eksplisit harus didefinisikan dalam artian sebagai “tindakan dari
para perawat”. Tindakan – tindakan tersebut digaris bawahi dengan
parameter legal dari fungsi perawat dalam merawat klien / pasien dan
memberikan perlindunga bagi masyarakat umum dari praktek-praktek yang
tidak berkompeten, ataupun tidak sempurna. Pernyataan – pernyataan dari
pihak yang berwenang tentang fungsi keperawatan pada tahun 1932 dan 1937
telah dipublikasikan oleh Asosiasi Perawat Amerika (ANA / American
Nurse Association), namun menurut Henderson pernyataan-pernyataan
tersebut belum spesifik dan tidak memuaskan; sehingga pada tahun 1955
munculah definisi tentang profesi keperawatan dari ANA sebagai berikut :
“ Profesi keperawatan diartikan sebagai
suatu tindakan untuk melengkapi beberapa tindakan dari tim kesehatan,
antara lain: dalam mengobservasi, melakukan perawatan, memberikan
nasehat/anjuran bagi yang sakit, terluka atau yang lemah, mencegah dari
tertularnya penyakit lain, serta membantu dalam pemeliharaan status
kesehatannya. Disamping itu profesi ini juga bertugas membina dan
membimbing petugas lainnya, termasuk dalam pemberian pengobatan kepada
pasien (sebagai tugas kolaboratif/limpahan). Oleh karena itu dalam
bekerja diperlukan keahlian khusus yang termasuk di dalamnya adalah ilmu
biologi, fisika, dan ilmu sosial; serta aplikasinya yang juga perlu
digali lebih dalam untuk menambah wawasan dalam menegakan diagnosa
keperawatan atau membantu dalam pemberian terapi atau ukuran-ukuran lain
yang perlu koreksi”.
Pernyataan tersebut di atas dipandang
sebagai sebuah pernyataan tambahan saja, karena fungsifungsi keperawatan
teridentifikasi, tetapi definisinya masih sangat umum dan kurang jelas.
Dalam pernyataan yang baru, perawat bisa mengamati, merawat, dan
memberikan nasehat / anjuran bagi pasien dan bisa membina pegawai lain
tanpa dibina oleh dokter, tetapi dilarang untuk mendiagnosa, memberikan
resep, atau mengoreksi masalah keperawatan. Pada tahun 1995, definisi
keperawatan yang pertama dari Henderson dipublikasikan dalam revisi buku
keperawatan Bertha Harmer, sebagai berikut:
“Keperawatan yang utamanya adalah
membantu individu baik sakit ataupun sehat dengan tindakan – tindakan
yang memberikan kontribusi bagi kesehatan atau kesembuhan, atau bahkan
suatu kematian Yang didorong dengan kekuatan, keinginan, dan
pengetahuan. Keperawatan merupakan kontribusi yang bersifat unik untuk
membantu individu agar mandiri dengan memberikan bantuan seperlunya.”.
Fokus Henderson terhadap perawatan individu lebih ditekankan pada komponen-komponen dalam keperawatan, sebagai berikut:
1. Bernafas secara normal
2. Tercukupinya kebutuhan makan dan minum
3. Mengurangi zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh
4. Mengubah dan memelihara bentuk tubuh yang diinginkan
5. Tercukupinya kebutuhan tidur dan istirahat
6. Memilih pakaian yang tepat/sesuai
7. Menjaga suhu tubuh dalam rentang yang normal dengan menyesuaikan pakaian dan memodifikasi terhadap kondisi lingkungan
8. Menjaga kebersihan tubuh dan kerapihan
9.Menghindari bahaya terhadap kondisi lingkungan dan menghindari jatuhnya korban lain
10.Berkomunikasi dengan orang lain untuk menyalurkan emosi, kebutuhan, ketakutan, dan berpendapat
11.Beribadah sesuai dengan satu kepercayaan
12.Bekerja dengan semangat untuk mencapai keberhasilan
13.Berperan atau berpartisipasi dalam berbagai bentuk rekreasi
14.Belajar menggunakan fasilitas
kesehatan yang tersedia untuk menemukan atau memuaskan rasa ingin tahu
yang akan membantu meningkatkan kondisi kesehatan.
Pada tahun 1966, Henderson menyatakan
pendapatnya mengenai definisi keperawatan yang dipublikasikan oleh “The
Nature of Nursing”, dan pendapatnya tersebut dipandang sebagai
kristalisasi dari ide-idenya, yaitu sebagai berikut:
“Fungsi unik perawat adalah membantu
individu baik sehat, maupun sakit dengan tindakantindakan yang
memberikan kontribusi bagi kesehatan atau penyembuhan, atau untuk
memperoleh kematian dengan damai, dan harus dilakukannya tanpa bantuan,
sehingga sangat membutuhkan kekuatan, kemauan, serta pengetahuan. Untuk
dapat melakukan hal tersebut, maka dapat dilakukan berbagai cara agar
dapat mempercepat kemandirian pasien sesegera mungkin”.
Situasi yang ideal bagi seorang perawat
adalah berpartisipasi penuh dalam bekerja secara tim dengan kelompoknya
tanpa campur tangan pihak lain, dan mendayagunakan kekuatan fisik yang
dimiliki, keinginan, serta pengetahuannya untuk mencapai deraja
kesehatan secara optimal.
Pada kenyataannya saat itu tugas-tugas
perawat sangat dibatasi, peran profesinya juga dalam pembatasan, serta
kebutuhan untuk memberikan prioritas keperawatan yang unik sesuai
kondisi.
Bagaimanapun Henderson menganjurkan
kepada perawat, agar berperan-serta aktif dalam menunjukan
fungsi-fungsinya terhadap tenaga kesehatan lainnya yang mungkin peran
tersebut dapat membantu dan meningkatkan keahliannya. Didasari oleh
berbagai keadaan secara luas, fungsi keperawatan tersebut akan berbeda
antara daerah yang satu dengan daerah lainnya, walaupun berada dalam
satu negara. Jumlah perawat, dokter dan tenaga kesehatan lainnya akan
berpengaruh terhadap apa yang akan dilakukan oleh perawat.
Konsekuensinya, hal ini akan menimbulkan kebingungan terhadap berbagai
peran perawat, terutama sejak adanya praktek keperawatan.
B. Hubungan Teori Virginia Henderson dengan Konsep Utama Keperawatan
Henderson dalam memandang konsep manusia
atau individu, selalu mempertimbangkan komponen biologi, mental /
kejiwaan, sosiologi, dan spiritual. Ada 14 (empat belas) komponen dasar
yang selalu mengacu pada kebutuhan dasar manusia tersebut bermanfaat
dalam memanfaatkan fungsi keperawatan, dan dikategorikan sebagai
berikut:
– Sembilan komponen pertama adalah komponen fisik
– Ke sepuluh dan ke empat belas merupakan aspek kejiwaan mengenai komunikasi
– Ke sebelas adalah spiritual dan moral
– Ke dua belas dan tiga belas adalah komponen sosiologi yang berorientasi pada kegiatan dan rekreasi.
Henderson juga meyakini bahwa antara
pikiran dan tubuh tidak dapat dipisahkan, keduanya mempunyai hubungan
yang sangat erat; disamping itu Henderson menekankan beberapa aspek
tentang konsep masyarakat / lingkungan yang dihubungkan dengan masalah
individu. Dia membahas lebih rinci hubungan antara individu dengan
keluarganya, tetapi kurang membahas pengaruh masyarakat terhadap
hubungan antara individu dengan keluarganya.
Dalam bukunya yang ditulis bersama
Harmer, dia memberikan dukungan terhadap agen swasta dan pemerintah yang
telah memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Dia yakin
bahwa masyarakat berharap untuk mendapatkan pelayanan keperawatan,
terutama terhadap individu yang tidak mampu melakukan apapun secara
mandiri. Pada gilirannya dia berharap masyarakat dapat berkontribusi
terhadap perkembangan pendidikan keperawatan.
Perawat membutuhkan berbagai macam
pendidikan yang di dalam masyarakat kita hanya tersedia di lembaga atau
universitas. Kurangnya dana yang tersedia dari anggaran agen pelayanan
kesehatan terhadap program pelatihan perawatan, sehingga menyebabkan
tidak terpenuhinya kebutuhan perawat. Pendidikan perawat yang ada
bersifat general yang akan memberikan pemahaman bagi perawat mengenai
bagaimana keperawatan itu, serta bagaimana juga faktor- faktor
lingkungan mempengaruhi individu dalam kehidupannya. Henderson meyakini
bahwa kesehatan berhubungan erat dengan fungsi manusia; oleh karena itu
definisi kesehatan didasarkan pada kemampuan individu untuk berfungsi
secara independen sebagaimama yang disebutkan pada 14 komponen di atas.
Dia juga cenderung menekankan agar perawat dalam bertugas selalu
berusaha mendorong menjaga kesehatannya dan melindungi diri dari
penyakit.
Henderson menjelaskan bagaimana faktor
umur, latar belakang budaya, kapasitas fisik dan intelektual, serta
keseimbangan emosi dapat mempengaruhi kesehatan seseorang. Kondisi
tersebut selalu muncul dan mempengaruhi kebutuhan-kebutuhan dasar
manusia.
Dia merupakan satu-satunya orang yang
pertama kali meyakini bahwa perawat membutuhkan suatu bentuk pendidikan
liberal termasuk ilmu pengetahuan, ilmu sosial, dan kemanusiaan.
Berdasarkan definisi keperawatan, dan 14 komponen dasar keperawatan di
atas, perawat diharapkan mampu melakukan rencana terapi fisik. Perawatan
terhadap individu merupakan hasil kreativitas dari perawat dalam
melakukan perencanaan keperawatan. Selain itu perawat juga diharapkan
dapat meningkatkan kinerja keperawatannya terhadap pasien dengan
menggunakan hasil dari penelitian keperawatan yang telah ada. Bagi
Henderson perawat harus memiliki pengetahuan, memiliki dasardasar untuk
melakukan perawatan terhadap individu atau manusia, dan mampu memecahkan
berbagai permasalahan ilmiah.
C. Hubungan Teori Virginia Henderson dengan Proses Keperawatan
Henderson memandang proses keperawatan
sebagai “sebuah aplikasi nyata dari pendekatan logis untuk menyelesaikan
suatu masalah”. Dengan pendekatan ini setiap orang dapat menerima
perawatan secara individu, dan proses keperawatan ini akan menghasilkan
keperawatan terhadap individu.
Dalam beberapa tulisannya yang baru, Henderson juga memunculkan beberapa isu, menanyakan apakah pendekatan problem solving / penyelesaia masalah merupakan hal istimewa dalam keperawatan. Hal tersebut diuraikan sebagai berikut:
Dia membandingkan proses
perawatan dengan tahap tradisional dari proses terapi medis, seBab
sejarah keperawatan adalah paralel dengan sejarah medis: prediksi
kesehatan oleh perawat dengan pemeriksaan medis, diagnosa keperawatan
yang dihubungkan dengan diagnosa medis, dan apakah masalah administrasi
dalam keperawatan juga sesuai dengan praktek medis ?. Jika begitu,
kemudian apa sebenarnya yang membuat proses keperawatan merupakan hal
yang istimewa dalam keperawatan ?.
Berhubungan dengan mengatasi masalah:
apakah pemecahan masalah selalu ada dalam keperawatan ?. Henderson
menyatakan, bahwa yang membuatnya begitu spesifik adalah aktivitasnya
dalam langkah pemecahan masalah tidak dapat diistimewakan sebagai ciri
dari keperawatan. Dia menanyakan dimanakah intuisi, pengalaman,
kewenangan, dan keahlian dalam proses keperawatan ?. Dia kemudian
memberikan komentar, bahwa keahlian dan ke-wenangan yang dampaknya tidak
dipercaya lagi sebagai dasar dalam praktik keperawatan. Apakah hal ini
akan
membuat proses keperawatan menjadi sangat terbatas dalam kenyataan pemanfaatannya.
Pendekatan pemecahan masalah.
Henderson mempertanyakan dimana seni keperawatan yang sesuai dengan
proses keperawatan. Jika suatu pandangan ilmiah bersifat obyektif dengan
hal yang tidak teridentifikasi, dan seni bersifat subyaktif yang sulit
didefinisikan, kemudian intuisi apakah yang sesuai ?. Dia juga
menyatakan, bahwa proses perawatan saat ini sangat memerlukan sisi
ilmiah, intuisi, dan artitis dari kinerja perawat; akan tetapi kenyataan
yang ada saat itu perawatan lebih ditekankan pada ilmu keperwatan dari
pada gabungan antara ilmu dan seni di mana akan terlihat lebih efektif
dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan b erbagai dasar keperawatan.
Apakah proses perawatan tidak mempedulikan sisi subyektif dan kualitas intuisi yang digunakan dalam keperawatan ?.
Proses perawatan yang berhubungan dengan kurangnya kolaborasi dari tenaga kesehatan,
pasien dan keluarga. Henderson menyatakan, bahwa sebagaimana telah
didefinisikan di atas proses perawatan tidak melihat adanya pendekatan
kolaborasi dari diagnosa, pelayanan keperawatan dari tenaga kesehatan,
dan tidak juga memberikan fasilitas bagi pasien, serta keluarga jika
mereka membutuhkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaannya. Henderson
berfikir bahwa proses perawatan menekankan pada suatu fungsi independen
perawat dari pada kolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya, juga degan
pasien, dan keluarganya. Apa- kah proses perawatan lebih berfokus pada
fungsi independen perawat, dari pada fungsi interdependen ?.
Uraiannya terhadap Proses Perawatan, adalah sebagai berikut:
1. Pengkajian Keperawatan
Terdapat suatu masalah dalam proses
perawatan. Penilaian nyata terhadap proses perawatan tergantung pada
pemahaman seseorang, interpretasi, perpaduan, dan penggunaannya.
Walaupun definisi dan penjelasan Henderson mengenai keperawatan tidak
secara langsung sesuai dengan langkah – langkah dalam proses perawatan,
tetapi terdapat hubungan antara kedua hal tersebut. Menurut Henderson,
perawat harus memiliki pengetahuan mengenai apa yang disebut normal
dalam kesehatan dan adanya penyakit. Berdasarkan pengetahuan ilmiah ini,
perawat dapat mengambil kesimpulan dari data-data yang ada. Henderson
menyatakan, bahwa, keperawatan dibutuhkan oleh individu yang dipengaruhi
oleh usia, latar belakang budaya, keseimbangan emosional,dan kapasitas
fisik, serta intelektualnya. Semua ini akan dipertimbangkan dalam
mengevaluasi hasil perawatan yang dibutuhkan oleh pasien.
2. Diagnosa Keperawatan
Analisa data didasarkan pada
faktor-faktor di atas, kemudian hasil analisa tersebut dipergunakan
untuk menentukan diagnosa keperawatan.Henderson tidak secara spesifik
membahas mengenai diagnosa keperawatan ini, dia lebih yakin dokterlah
yang akan membuat diagnosa, dan perawat melakukan tindakan-tindakan atas
dasr diagnosa tersebut. Diagnosa Keperawatan berhubungan dengan
Bagaimana mengidentifikasi kemampuan individu untuk menentukan
kebutuhannya dengan atau tanpa bantuan yang turut memperhitungkan
kemampuan, keinginan, dan pemgetahuan. Berdasarkan pada data – data yang
tersedia, dan analisa terhadap data tersebut, perawat dapat
mengidentifikasi secara aktual berbagai masalah, seperti pernafasan yang
tidak normal. Sebagai tambahannya, juga masalah-masalah potensial
lainnya dapat teridentifikasi.
3. Perencanaan Keperawatan
Setelah diagnosa keperawatan dibuat, maka
selanjutnya perawat akan menyusun rencana perawatan. Berdasarkan
rencana perawatan ini, Henderson menyatakan: dengan rencana perawatan
ini, maka perawatan yang efektif dapat direncanakan lebih baik. Suatu
rencana yang tertulis akan mendorong munculnya ide-ide tentang kebutuhan
individu, kecuali jika terdapat aturan-aturan lain yang harus dilakukan
oleh individu tersebut secara rutin.Tidak terlaksananya perencanaan dapat dipengaruhi oleh anggota keluarga lainnya.
Selanjutnya suatu rencana perawatan
membutuhkan modifikasi secara berkesinambungan yang didasarkan pada
kebutuhan individu. Henderson menyarankan penulisan rencana perawatan
dapat diikuti dengan kebutuhan perawatan secara bertahap. Dia menekankan
bahwa perawatan harus selalu disusun sesuai dengan kebutuhan individu,
dan rencana terapi dari dokter. Henderson menggaris-bawahi tahap-tahap
perencanaan sebagai jalan untuk membuat rencana bagi pemenuhan kebutuhan
individu. Perencanaan yang selalu diperbaharui harus didasarkan pada
kebutuhan kebutuhan individu tersebut, lebih dispesifikan, dan dapat
diimplementasikan, serta disesuaikan dengan adanya terapi medis.
Perencanaan perawatan yang ditulis, intinya adalah hasil dari
identifikasi kebutuhan perawatan dari individu. Walaupun Henderson tidak
menggunakan istilahistilah seperti saat ini, tetapi intinya adalah
sama.
4. Implementasi Keperawatan
Implementasi sesuai dengan perencanaan
keperawatan yang dibuat. Bagi Henderson, implementasi keperawatan harus
tertuju pada bantuan terhadap kebutuhan pasien sesuai dengan kebutuhan
14 komponen tersebut di atas. Sebagai contoh: dalam membantu individu
terhadap kebutuhan istirahat dan tidur, perawat akan mencoba untuk lebih
mengetahui metoda-metoda dalam membujuk pasien untuk beristirahat dan
tidur sebelum diberikan obat-obatan. Henderson menyimpulkan: “ Saya
memandang keperawatan terutama adalah sebagai pelengkap dalam memenuhi
kebutuhan pasien melalui pengetahuan, keinginan, dan kekuatan untuk
melakukan aktifitas sehari-hari, serta untuk melakukan berbagai tindakan
/ perlakuan terhadap pasien tersebut sesuai dengan terapi medik”. Dia
juga menyatakan, bahwa fungsi utama dari perawat ini tentu saja harus
dilakukan untuk mendukung rencana terapi medis, sehingga perawat perlu
melakukan tidakan – tindakanyang disarankan medis dalam perawatan. Aspek
implementasi penting lainnya dalam pembahasan Henderson adalah hubungan
antara perawat dan pasien . Perawat harus menjadi pihak luar yang
memahami kebutuhan pasien dan memberikan ukuran-ukuran bagi pemenuhan
ukuran tersebut . Henderson juga berbicara mengenai kualitas dari
keperawatan; perawat yang berkompeten akan menggunakan proses
interpersonal dan prediksi-prediksi selama memberikan perawatan .
5. Evaluasi Keperawatan
Henderson mendasarkan evaluasi terhadap
setiap perawat didasarkan pada kecepatan atau derajatnya dalam mendorong
kegiatan pasien secara independent kembali seperti hari-hari normal .
Hal ini disebutkan dalam definisi dan
fungsi yang unik dari perawat. Untuk tujuan evaluasi, perubahan pada
level fungsi kebutuhan individu juga harus diamati dan diperhitungkan .
Sebuah data perbandingan mengenai kemampuan fungsional individu
dilakukan sebelum dan sesudah proses perwatan . Semua perubahan akan
dicatat untuk dievalusi . Untuk menyimpulkan proses perawatan yang
diaplikasikan dalam definisi Handerson mengenai keperawatan dan 14
komponen dasar dari keperawatan , mengacu pada tabel di bawah ini
Proses keperawatan 14 (Empat belas) komponen Henderson dan definisi keperawatan
Pengkajian keperawatan Pengkajian kebutuhan manusia didasarkan pada 14 komponen dasar keperawatan
1. bernafas secara normal
2. makan dan minum yang mencukupi
3. Eliminasi
4. Gerak dan kethana tubuh
5. tidur dan istirahat
6. meilih pakaian yang tepat
7. suhu tubuh
8. kebe sihan tubuh dan kerapihan
9. Menjaga lingkungan
10. Komunikasi
11.beribadah sesuai dengan satu kepercayaan
12.Prestasi pekerjaan
13.rekreasi
14. belajar, mengethui, memenuhi rasa ingin tahu
Diagnosa keperawatan Analisa :
menghubungkan data dengan ilmu dasar dari kesehatan dan penyakit
.Mengindentifikasi kemampuan individual untuk memenuhi kebutuhannya
dengan atau tanpa bantuan, memberi perhtian pada kemampuan, keilmuan dan
pengetahuan.
Rencana keperawatan Merkomendasikan bagaimana cara perawat dalam membantu individu yang sakit ataupun yang sehat .
Implementasi keperawatan Membantu
individu yang sehat maupun yang sakit dalam menampilkan aktifitas untuk
pemenuhan kebutuhan yang dapat maningkatkan kesehatan, pulih dari
penyakit atau membantu meninggal dalam kedamaian. Implementasi
didasarkan pada prinsif psikologi, usia, latar belakang budaya, control
emosi, kemampuan fisik dan intelektual. Memberi resep yang telah
ditentukan oleh dokter. Evaluasi Keperawata Menerapkan definisi
keperawatan yang telah diterima dan menghu -bungkan standar yang tepat
dengan praktek keperawatan. Kualitas pelayanan secara drastis
dipengaruhi oleh ketersediaan dan kemampuan yang dimiliki oleh personel
keperawatan dibandingkan dengan jumlah waktu perawatan. Hasil yang baik
dari proses keperawatan didasarkan pada cepat lambatnya seorang pasien
menunjukan kemampuan secara mandiri dalam melakukan aktivitas pemenuhan
kebutuha sehari – hari.
Hubungan Teori Virginia Henderson dengan Ciri Teori
1. Teori dapat berhubungan dengan konsep sebagai suatu cara untuk membuat titik pandang yangberbeda pada fakta yang terjadi:
Henderson menggunakan konsep berdasarkan
kebutuhan dasar manusia, biopsikologi, budaya dan komunikasi dalam
berinteraksi. Pentingnya keseimbangan psikologi dan psikologikal dalam
membuat keputusan tentang peleyanan keperawatan, konsep budaya yang
mempengaruhi kebukebutuhan manusia dipelajari dari keluarga dan kelompok
sosial lainnya. Perawat dapat membantu individu untuk memenuhi
kebutuhannya sendiri. Konsep komunikasi; kepekaan akan komukasi non
verbal dapat membantu mengekspresikan keinginan yang akan disampaikan.
Disamping itu suasana hati yang damai juga sebagai syarat untuk dapat
membantu memenuhi kebutuhan pasien untuk dapat menjalin hubungan baik
antara pasien dengan perawat.
2. Teori harus logis secara umum:
Definisi dari teori Handerson adalah
logis. Perawat membantu individu dalam menampilkanaktivitas yang
mendukung kesehatan., masa pemulihan, meniggal dengan damai dan
dapatmenciptakan dengan kemandirian secepat mungkin. Keempat belas
komponen tersebut merupakan petunjuk bagi individu dan perawat dalam
menapai tujuan yang dipilih . Komponen tersebut diawali oleh fungsi
phisiologi dan kemudian aspek psikososial yang dapat menyampaikan
bagainana keadaan jasmani yan merupakan hal utama pada emosi dan status
kesadaran.
3. Teori harus relatif sederhana secara umum:
Teori Henderson relatif sederhana secara
umum dengan batasan yang sama. Karyanya dapat diterapkan pada kesehatan
individu dari segala usia, dan perawatan bermanfaat untuk berbagai
tingkatan dan berbagai budaya. Selain itu Henderson menganjurkan untuk
melakukan penelitian dalam keperawatan.
4. Dengan teori , seseorang dapat
menyumbangkan dan membantu dalam meningkatkan segala Ilmu pengetahuan
dengan berbagai disiplin melalui penerapan penelitian untuk
pengesahannya. Pemikiran Henderson tentang praktik keperawatan diterima
dengan baik oleh seluruh dunia sebagai dasar pemberian pelayanan
perawatan.
5. Teori dapat dimanfaatkan oleh praktisi keperawatan sebagai pedoman, dan untuk meningkatkan kemampuan praktik mereka:
Secara teori perawat harus memperbaiki
praktik keperawatan dengan menggunakan pengertian Henderson, serta ke 14
komponennya untuk meningkatkan kesehatan individu, dan pemulihan dari
penyakit. Hasil akhir yang diharapkan akan menjadi ukuran dari angka
kesembuhan, peningkatan, dan pemeliharaan kesehatan, serta meninggal
dengan damai.
6. Teori harus konsisten dengan teori,
hukum, dan prinsip yang sah, tetapi akan meninggalkan pertanyaan terbuka
yang tidak terjawab, dan dibutuhkan untuk diteliti. Konsep kebutuhan
dasar manusia, budaya, kemandirian, dan komunikasi dalam berinteraksi
sangat banyak dipertanyakan oleh peneliti keperawatan, dan juga di
bidang soaial, serta psikologi.
Perawat harus menerapkan responsibilitas dalam melakukan investigasi pada praktik keperawatan.
Tujuan selanjutnya harus tergambarkan pada ukuran dari kondisi kesejahteraan konsumen, kepuasan, dan rasa memiliki.
Penerapan Teori Virginia Henderson
Penerapan proses keperawatan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan empat tahap :
1. Pengkajian
Pada pengkajian ditekankan dalam hal “
Apakah klien mampu atau tidak mampu melaksanakansetiap aspek hidup
sehari-hari pasien? “. Saat pengkajian perawat dan pasien mendiskusikan
dan mengindentifikasi setiap aktifitas hidup sehar – hari, pasien yang
mampu dilaksanakan sendiri.
Apabila ditemukan adanya ketidak mampuan
pasien di dalam melaksanakan aktifitas hidup sehari – hari , berarti
pasien, memerlukan bantuan dari perawat .Aspek – aspek yang perlu dikaji
pada aktifitas hidup sehari-hari adalah sebagai berikut :
a. Mempertahankan lingkingan yang adekuat .
Mengkaji kemampuan pasien dalam
melakukuan keaman dan pencegahan pada saat melaksanakan aktifitas hidup
sehari –hari , termasuk faktor lingkungan , faktor sensori, serta faktor
psikososial .
b. Komunikasi
Melalui komunikasi antar perawat , pasien
dan keluarga dapat dikaji mengenai pola komunikasi dan interaksi sosial
pasien dengan cara mengidentifikasi kemampuan pasien dalam
berkomunikasi,
apakah ada kesulitan dalam berbicara, dalam mendengar dan mengerti pembicaraan orang lain.
c Bernafas
Yang perlu dikaji antara lain kemampuan pasien dalam melakukan ekspirasi dan inspirasi.
Apakah menggunakan otot-otot pernafasan, bagaimana frekuensi pernafasan, pengukuran tidal volume dan warna mukosa.
d Makan dan minum.
Mengkaji tentang kemampuan pasien dalam
memenuhi kebutuhan makan dan minum, tentang prilaku makan dan minum,
kemampuan menetukan makan dan minum yang memenuhi syarat kesehatan,
kemampuan memasak dan menyiapkan makanan sendiri.
e Eliminasi .
Mengkaji kemampuan BAB / BAK serta fungsi
dari organ -organ tersebut dan bagaimana pasien mempertahankan fungsi
normal dari BAB / BAK .
f. Kebersihan diri dan berpakaian .
Mengkaji apakah ada kesulitan dalam memelihara kebersihan dirinya , mengidentifikasi kulit, rambut, kuku, telinga dan hidung.
g Memelihara temperatur tubuh.
Mengkaji pasien dalam hal mempertahankan suhu tubuh tetap normal.
h Pergerakan/mobilisasi .
Mengkaji kemamppuan aktifitas dan mobilitas kehidupan klien sehari-hari .
i Bekerja dan bermain.
Mengkaji pekerjaan pasien saat ini atau
pekerjaan yang lalu , mengkaji kemampuan aktifitas rekreasi dan
relaksasi ( jenis kegiatan dan frekuensinya ).
j Seksual.
Mengkaji kemampuan pasien dalam
melaksanakan aktifitas seksual, kemampuan dalam mengekspresikan
identitas dirinya (maskulin/feminim ).
k Tidur.
Mengkaji kemapuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan tidur ( pola, jumlah, kualitas tidur ).
l Terminal/kematian (menghadapi sakaratul maut)
Mengkaji kesiapan klien dalam menghadapi kematian (harapan, perasaan).
2. Perencanaan .
Dalam perencanaan lebih difokuskan kepada
rencana tindakan keperawaan yang bertujuan agar pasien mandiri dalam
melaksanakan aktifitas hidup sehari-hari.
3. Pelaksanaan.
Melaksanakan apa yang telah direncanakan
dan mengindentifikasi kembali apakah masih ada aspek – aspek tindakan
keperawatan yang belum dapat mencapai tujuan yang diharapkan sesuai
dengan perencanaan.
4 Evaluasi.
Untuk mengukur hasil asuhan keperawatan yang telah dilaksanakan dengan mengacu kepada tujuan yang telah ditentukan .
KESIMPULAN
Ide dasar dari pelayanan keperawatan
Henderson adalah pada pemenuhan kebutuhan dasar manusia, dan aspek
fisik, serta emosional dari individu. Konsep umum holistik dari tubuh
manusia tidak secara nyata muncul pada tulisannya. Bagaimanapun kita
harus berfikir bahwa Henderson telah menuliskan pemikirannya sebelum
konsep holistik muncul.
Keempat belas komponen adalah hal yang
menjadi prioritas, hubungan antara komponen tersebut tidak jelas. Pada
dasarnya Henderson telah membagi beberapa keyakinan penerapan holistik
daloam keperawatan.
Hendersn menjelaskan bahwa perawat harus
mempertimbangkan beberapa hal misalnya usia,temparemen, temperamen,
status sosial atau budaya, kemampuan fisik dan intelektual dalam
penggunaan komponen, hal itu diterapkan pada setiap individu yang
berbeda.
Kenyataan dari Henderson, usahanya untuk
mendefinisikan perkembangan keperawatan sebelum pembahasan dari teori
untuk teori.munculnya profesi; walaupun demikian sedikitnya teori dalam
pengertian dasar. Semangatnya untuk membawa kemajuan dalam profesi dan
pertanggung jawaban, serta kepadsa masyarakat.Menyoroti saat Henderson
menerbitkan buku yang berisi tentang Pengertian Keperawatan, dia
mendapatkan keuntungan sebagai pelopor dalam pengembangan praktik
keperawatan, pendidikan, dan izin praktik keperawatan. Hasil karyanya
dipertimbangkan sebagai awal bangkitnya dunia keperawatan dan pendorong
keperawatan menuju jenjang pendidikan tinggi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar